PSEL LAMPUNG : Pusaran Janji di Tempat Baru, Purwotani Awas Tertipu

PSEL Lampung Raya di Purwotani menghadirkan janji energi dari sampah, tetapi persoalan TPA Bakung belum otomatis berakhir.
Krisna Jeri - Rabu, 23 Sep 2026 - 15:15 WIB
Pemerintah mengebut Proyek Strategis Nasional PSEL Lampung Raya di Desa Purwotani dengan iming-iming energi bersih. Namun di Bandar Lampung, jutaan ton sampah TPA Bakung mengancam warga. Solusi kedaruratan atau sekadar cuci tangan di atas cerobong in
Pemerintah mengebut Proyek Strategis Nasional PSEL Lampung Raya di Desa Purwotani dengan iming-iming energi bersih. Namun di Bandar Lampung, jutaan ton sampah TPA Bakung mengancam warga. Solusi kedaruratan atau sekadar cuci tangan di atas cerobong in - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Pemerintah provinsi bersama pihak pengembang harus mematangkan lahan seluas 20 hektare serta menyiapkan akses menuju lokasi di Desa Purwotani, Kecamatan Jati Agung.

Gubernur Lampung Rahmat Mirzani Djausal juga menyoroti kesiapan armada pengangkutan sampah.

Pasokan sekitar 1.000 ton sampah per hari harus dapat dijaga agar fasilitas PSEL dapat beroperasi sesuai kapasitas yang direncanakan.

Advertisements

Di sisi lain, persoalan TPA Bakung tidak otomatis selesai ketika PSEL mulai beroperasi.

Justru setelah sebagian besar sampah Bandar Lampung dialihkan ke Purwotani, pemerintah kota menghadapi pekerjaan besar untuk menangani timbunan lama yang sudah terakumulasi selama bertahun-tahun.

Janji pembangunan control landfill, pengelolaan gas metana, pengolahan air lindi hingga reklamasi kawasan TPA menjadi pekerjaan yang harus berjalan beriringan dengan pembangunan PSEL.

Sebab, keberhasilan PSEL Lampung Raya nantinya tidak hanya ditentukan oleh seberapa banyak sampah yang mampu diubah menjadi energi listrik.

Advertisements

Persoalan lain yang tak kalah penting adalah bagaimana pemerintah memastikan masalah lama di TPA Bakung tidak ditinggalkan begitu saja.

Proyek bernilai triliunan rupiah di Purwotani memang dirancang untuk mengubah ribuan ton sampah menjadi energi.

Namun, tanpa pembenahan sistem persampahan dari hulu, pemilahan di tingkat rumah tangga, serta penanganan serius terhadap warisan timbunan di TPA Bakung, persoalan sampah berpotensi hanya berpindah lokasi.

Dari Teluk Betung ke Jati Agung.

Advertisements

Dan bagi warga Purwotani, pembangunan fasilitas pengolahan sampah tersebut bukan sekadar soal janji energi bersih.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements