Sementara di bidang kesehatan, pemerintah daerah memberikan beasiswa kepada 11 dokter umum dan tiga dokter gigi.
Sebagian penerima beasiswa tersebut telah kembali dan mengabdi di Lampung Barat, termasuk bertugas di Puskesmas Sekincau dan Puskesmas Batu Brak.
Pada sektor ekonomi kerakyatan, Pemkab Lampung Barat mencatat telah terbentuk 135 unit Koperasi Desa/Kelurahan Merah Putih (KDKMP). Dari jumlah tersebut, 87 gerai telah terbangun.
Program Makan Bergizi Gratis (MBG) juga terus diperluas. Saat ini terdapat 29 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) bersertifikat laik higiene.
Program tersebut disebut telah menjangkau 84.625 penerima manfaat dan menyerap 1.161 tenaga kerja.
Komoditas kopi sebagai salah satu identitas ekonomi Lampung Barat turut diperkuat melalui program peremajaan tanaman kopi seluas 903 hektare serta pengembangan Sekolah Kopi.
Di bidang infrastruktur, tingkat kemantapan jalan kabupaten kini mencapai 59,5 persen.
Selain jalan, kondisi irigasi yang dinilai baik mencapai 58,47 persen. Akses sanitasi sehat mencapai 97,91 persen, sedangkan akses air minum layak sebesar 89,43 persen.
Namun, capaian tersebut masih menyisakan pekerjaan rumah, terutama dalam meningkatkan kualitas infrastruktur dasar.
Dengan tingkat kemantapan jalan yang baru mencapai 59,5 persen, masih terdapat sejumlah ruas jalan yang membutuhkan penanganan dan peningkatan secara bertahap. Kondisi tersebut juga berkaitan dengan keterbatasan kemampuan fiskal Pemkab Lampung Barat.
Parosil menegaskan pembangunan infrastruktur tidak dapat hanya mengandalkan APBD kabupaten.