Di sisi lain, sejumlah sektor turut mencatat pertumbuhan, yakni industri pengolahan sebesar 11,84 persen, konstruksi 11,57 persen, serta penyediaan akomodasi dan makan minum sebesar 10,12 persen.
Pada sektor pembangunan manusia, IPM Lampung Barat mencapai 73,14 poin atau meningkat 0,73 poin dan masuk kategori tinggi. Lampung Barat juga berada di peringkat keenam IPM di Provinsi Lampung.
Sementara Tingkat Pengangguran Terbuka (TPT) tercatat 2,11 persen atau sekitar 4.000 jiwa. Angka tersebut disebut sebagai yang terendah di Provinsi Lampung.
Selain indikator pembangunan, Parosil memaparkan sejumlah penghargaan yang diterima Lampung Barat.
Di antaranya opini Wajar Tanpa Pengecualian (WTP) selama 16 kali berturut-turut, penghargaan Kabupaten Terinovatif 2025 melalui Innovative Government Award (IGA), LPM Award bidang pemberdayaan desa, serta predikat informatif dalam keterbukaan informasi publik.
Pada tingkat pekon, lima wilayah disebut naik menjadi Desa Mandiri Baru, yakni Sedampah Indah, Way Empulau Ulu, Padang Tambak, Suka Jaya dan Bandar Agung.
Selain itu, sembilan pekon lainnya masuk klasifikasi swasembada.
Parosil juga menyampaikan kebijakan peningkatan penghasilan bagi Pegawai Pemerintah dengan Perjanjian Kerja (PPPK) paruh waktu.
Untuk lulusan SMA, penghasilan dinaikkan dari Rp500 ribu menjadi Rp750 ribu per bulan. Lulusan D3 naik dari Rp600 ribu menjadi Rp900 ribu, sedangkan lulusan S1 meningkat dari Rp700 ribu menjadi Rp1 juta per bulan.
Kebijakan tersebut disebut sebagai bentuk perhatian pemerintah daerah terhadap tenaga PPPK paruh waktu di tengah keterbatasan kemampuan fiskal daerah.
Di sektor pendidikan, Pemkab Lampung Barat mengalokasikan sejumlah program beasiswa. Program tersebut meliputi beasiswa S1 PGSD untuk 30 orang, beasiswa kewirausahaan bagi 30 orang dan pendidikan POLTRADA Bali untuk lima orang.
Pemkab juga memberikan seragam dan tas gratis kepada 5.957 siswa SD serta 4.828 siswa SMP.