Di era digital, semangat tersebut dapat diwujudkan melalui kemampuan beradaptasi, keberanian berinovasi, kecermatan menyaring informasi, dan kesediaan bekerja sama melampaui perbedaan.
“Kita tidak boleh membiarkan teknologi menjauhkan orang-orang yang seharusnya saling mendukung atau memperbesar perpecahan. Sebaliknya, teknologi harus dimanfaatkan untuk memperkuat persatuan, memperluas kesempatan, dan mempercepat kemajuan bangsa,” ujarnya.
Ia menambahkan, generasi muda tidak harus berjuang dengan cara yang sama seperti para pemuda pada masa lalu.
Saat ini, kecintaan kepada Indonesia dapat diwujudkan melalui ilmu pengetahuan, kreativitas, integritas, karya, dan keberanian membela kebenaran secara bertanggung jawab.
“Jadikan Sumpah Pemuda sebagai energi untuk terus bergerak dan berkarya. Masa depan Indonesia tidak hanya ditentukan oleh kecanggihan teknologi yang kita miliki, tetapi juga oleh karakter, persatuan, dan kontribusi nyata generasi mudanya,” pungkas Agus.