Ruang digital seharusnya menjadi tempat bertukar gagasan, menyebarkan pengetahuan, dan membangun dialog yang sehat.
“Perbedaan pendapat itu wajar dalam kehidupan demokratis. Yang terpenting adalah bagaimana kita menyikapinya dengan dewasa. Kritik boleh disampaikan, tetapi harus disertai argumentasi yang baik. Informasi juga harus diperiksa kebenarannya sebelum dibagikan,” ungkapnya.
Ia menegaskan, persatuan bukan berarti seluruh masyarakat harus memiliki pandangan yang sama. Persatuan justru terlihat dari kemampuan untuk saling menghormati dan bekerja sama demi kepentingan yang lebih besar.
Selain menjaga persatuan, Agus mendorong generasi muda agar tidak hanya menjadi pengguna teknologi, tetapi juga mampu menciptakan inovasi dan menghasilkan karya yang bermanfaat.
Menurutnya, teknologi digital perlu dimanfaatkan untuk meningkatkan kualitas pendidikan, mengembangkan kewirausahaan, memperluas pasar usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM), serta membantu menyelesaikan berbagai persoalan masyarakat.
“Anak muda jangan hanya menjadi konsumen teknologi atau sekadar mengikuti tren. Mereka harus berani menciptakan gagasan, membangun usaha, mengembangkan kreativitas, dan menghasilkan karya yang memberikan manfaat bagi masyarakat,” tegas Agus.
Di Kota Bandar Lampung, peluang tersebut dapat dimanfaatkan generasi muda untuk mempromosikan produk lokal, mengembangkan usaha kreatif, memperluas jaringan pemasaran, hingga membuka lapangan kerja baru.
Agus menilai potensi tersebut perlu didukung melalui peningkatan literasi digital, pelatihan keterampilan, akses internet yang memadai, serta ruang kolaborasi bagi anak muda.
Pemerintah, lembaga pendidikan, dunia usaha, dan masyarakat juga perlu bekerja sama agar kesempatan untuk berkembang melalui teknologi dapat diakses oleh lebih banyak kalangan.
“Potensi anak muda di daerah sangat besar. Dengan keterampilan yang tepat dan dukungan yang memadai, teknologi bisa menjadi sarana untuk memperkenalkan produk lokal, mengembangkan UMKM, dan membuka peluang ekonomi baru,” tambahnya.
Agus juga menekankan bahwa kemampuan menggunakan teknologi harus berjalan beriringan dengan integritas moral dan kepedulian sosial.
Kecakapan digital diperlukan agar generasi muda mampu beradaptasi dengan perkembangan zaman.