Namun, kemampuan tersebut harus disertai tanggung jawab dalam memproduksi, menerima, dan menyebarkan informasi.
Tanpa kebiasaan memeriksa kebenaran informasi, masyarakat berisiko mudah terpengaruh kabar palsu. Komunikasi digital yang tidak disertai empati juga dapat memicu konflik dan memperlebar perbedaan.
“Generasi muda perlu memiliki tiga kekuatan utama, yaitu kecakapan digital, integritas, dan kepedulian sosial. Pintar menggunakan teknologi saja tidak cukup. Harus ada tanggung jawab dan kesadaran bahwa setiap tindakan kita bisa berdampak kepada orang lain,” jelasnya.
Menurut Agus, semangat Sumpah Pemuda harus menjadi landasan untuk membentuk generasi yang cerdas sekaligus berkarakter, kritis tetapi tetap santun, serta kreatif dan bertanggung jawab.
Kemajuan teknologi semestinya tidak hanya diukur dari kecanggihan perangkat atau kecepatan akses informasi, tetapi juga dari sejauh mana teknologi memberikan manfaat bagi masyarakat.
Agus berpandangan, membangun generasi muda yang tangguh di era digital bukan hanya menjadi tanggung jawab individu.
Pemerintah dan masyarakat juga memiliki peran dalam menyediakan lingkungan yang mendukung kreativitas, inovasi, serta partisipasi anak muda.
Pemerintah daerah diharapkan terus memperluas akses pendidikan dan pelatihan digital, mendukung kewirausahaan pemuda, menyediakan ruang kreativitas, serta membuka kesempatan bagi generasi muda untuk terlibat dalam proses pembangunan.
“Aspirasi anak muda perlu didengar dan diberi ruang. Mereka bukan sekadar objek pembangunan, melainkan mitra yang memiliki ide, energi, dan kemampuan untuk ikut mencari solusi atas persoalan daerah,” kata Agus.
Ia menilai keterlibatan generasi muda dapat diperkuat dalam berbagai bidang, mulai dari lingkungan, transportasi, tata kota, ekonomi kreatif, pelayanan publik, hingga pengawasan pembangunan.
Dengan keterlibatan yang lebih luas, semangat Sumpah Pemuda tidak berhenti pada upacara dan peringatan tahunan, tetapi dapat diterjemahkan menjadi program serta perubahan yang dirasakan masyarakat.
Agus mengatakan, peristiwa Sumpah Pemuda 1928 memberikan pelajaran bahwa perubahan besar dapat dimulai ketika generasi muda memiliki visi bersama dan keberanian untuk mengambil langkah.