Tidak hanya itu, pemerintah daerah juga memberikan perhatian terhadap pengembangan beasiswa seni dan budaya, bahasa daerah, kewirausahaan, serta pendidikan guru sekolah dasar (SD).
Berbagai program tersebut menjadi bagian dari strategi Pemkab Lampung Barat untuk memperluas akses pendidikan sekaligus menyiapkan SDM yang mampu menjawab kebutuhan pembangunan daerah.
Dalam paparannya, Parosil juga menyoroti pentingnya menghubungkan dunia pendidikan dengan potensi dan kekayaan lokal. Sebagai salah satu daerah penghasil kopi robusta, Lampung Barat dinilai memiliki peluang besar untuk mengembangkan pendidikan berbasis komoditas unggulan daerah.
Untuk mendukung hal tersebut, Pemkab Lampung Barat mengembangkan Sekolah Kopi dan Kampung Kopi sebagai ruang pembelajaran sekaligus pemberdayaan masyarakat.
Melalui pendekatan tersebut, kopi tidak hanya dipandang sebagai komoditas perkebunan yang memiliki nilai ekonomi, tetapi juga sebagai sumber pengetahuan, identitas daerah, serta peluang untuk meningkatkan kesejahteraan masyarakat.
Parosil menegaskan, pendidikan harus mampu mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan akar budaya masyarakat.
Kemajuan teknologi dan persaingan global merupakan tantangan yang tidak dapat dihindari. Namun, perkembangan tersebut harus berjalan beriringan dengan penguatan karakter, nilai budaya, dan kearifan lokal.
Dengan demikian, generasi muda tidak hanya memiliki kemampuan akademik dan keterampilan untuk bersaing, tetapi juga memahami identitas serta potensi daerahnya sendiri.
Sementara itu, Ketua Program Studi Manajemen Administrasi Pendidikan FKIP Universitas Lampung, Dr. Handoko, menyampaikan bahwa Mukernas XIV dan Seminar Nasional APMAPI 2026 diikuti 167 peserta dari 50 perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Menurutnya, keterlibatan berbagai perguruan tinggi tersebut menunjukkan pentingnya ruang kolaborasi untuk memperkuat kualitas pendidikan, khususnya dalam bidang manajemen dan administrasi pendidikan.
Dekan FKIP Universitas Lampung, Dr. Albet Maydiantoro, M.Pd., juga menyampaikan bahwa menjadi tuan rumah kegiatan berskala nasional tersebut merupakan sebuah kehormatan bagi FKIP Unila.
Ia berharap Mukernas dan seminar nasional tersebut tidak hanya menjadi agenda rutin organisasi, tetapi juga mampu menghasilkan kerja sama konkret ant perguruan tinggi.