Ia memperingatkan pemerintah agar tidak mengabaikan aspirasi yang telah disampaikan.
“Kami mengultimatum kemarahan masyarakat dan akan menggelar aksi dengan gelombang yang lebih besar,” ujar Tarehsya saat membacakan pernyataan sikap.
Usai penyampaian seluruh tuntutan, massa aksi secara tertib dan berangsur membubarkan diri. Para peserta meninggalkan kawasan DPRD Lampung dan kompleks Kantor Pemerintah Provinsi Lampung sekitar pukul 16.00 WIB dengan pengawalan aparat keamanan.
Aksi tersebut berlangsung kondusif hingga selesai, meski mahasiswa menegaskan bahwa gerakan “Lampung Tarik Mandat” akan terus mengawal tuntutan mereka dan siap kembali turun ke jalan jika pemerintah tidak segera mengambil langkah konkret.
Advertisements
