Jalan Tol Lampung: Untuk Rakyat atau Untuk Orang Kaya

Kenaikan tarif Tol Lampung menuai kritik karena dinilai memberatkan masyarakat dan tidak mencerminkan keadilan sosial.
Krisna Jeri - Senin, 29 Jun 2026 - 14:05 WIB
Pemerhati kebijakan Benny N.A. Puspanegara menyoroti kenaikan tarif Tol Lampung yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat.
Pemerhati kebijakan Benny N.A. Puspanegara menyoroti kenaikan tarif Tol Lampung yang dinilai tidak sejalan dengan kondisi ekonomi masyarakat. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Jalan tol, menurutnya, dibangun untuk mempercepat mobilitas rakyat, bukan mempercepat grafik pengeluaran masyarakat.

Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi secara terbuka, transparan, dan objektif. Mendengarkan suara rakyat, kata Benny, tidak akan merugikan pemimpin. Yang berbahaya justru ketika aspirasi publik dianggap sekadar kebisingan.

“Rakyat tidak anti pembangunan, tidak anti investasi, dan tidak anti kenaikan yang rasional. Yang ditolak adalah kebijakan yang meminta rakyat memahami pengelola, tetapi lupa memahami keadaan rakyat,” pungkasnya.

Benny menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa jalan tol boleh dibangun dengan beton terbaik, namun legitimasi kebijakan hanya bisa dibangun dengan keadilan.

Advertisements

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements