Advertisements
Jalan tol, menurutnya, dibangun untuk mempercepat mobilitas rakyat, bukan mempercepat grafik pengeluaran masyarakat.
Ia berharap pemerintah melakukan evaluasi secara terbuka, transparan, dan objektif. Mendengarkan suara rakyat, kata Benny, tidak akan merugikan pemimpin. Yang berbahaya justru ketika aspirasi publik dianggap sekadar kebisingan.
“Rakyat tidak anti pembangunan, tidak anti investasi, dan tidak anti kenaikan yang rasional. Yang ditolak adalah kebijakan yang meminta rakyat memahami pengelola, tetapi lupa memahami keadaan rakyat,” pungkasnya.
Benny menutup pernyataannya dengan menegaskan bahwa jalan tol boleh dibangun dengan beton terbaik, namun legitimasi kebijakan hanya bisa dibangun dengan keadilan.
Advertisements