Puncak kejayaan BMW RS 255 Kompressor terjadi pada Isle of Man Senior TT 1939.
Mengendarai motor tersebut, Georg Meier sukses menaklukkan lintasan legendaris Isle of Man dengan catatan waktu sekitar 2 jam 57 menit.
Prestasi tersebut menjadi tonggak penting dalam sejarah balap dunia karena untuk pertama kalinya pembalap non-Inggris berhasil memenangkan kelas Senior TT sejak perlombaan itu pertama kali digelar pada 1907.
Kemenangan tersebut sekaligus mengakhiri dominasi pabrikan Inggris di kandang sendiri dan mengangkat reputasi BMW sebagai salah satu produsen motor balap terbaik di dunia.
Kesuksesan BMW RS 255 Kompressor tidak berlangsung lama. Setelah Perang Dunia II berakhir, Federasi Balap Motor Internasional (FIM) memutuskan melarang penggunaan mesin supercharged dalam seluruh kejuaraan Grand Prix.
Larangan tersebut diterapkan untuk menciptakan persaingan yang lebih seimbang sekaligus menekan biaya pengembangan teknologi balap.
Sejak saat itu, era motor balap bermesin kompresor resmi berakhir dan BMW mulai mengembangkan generasi motor balap baru tanpa bantuan supercharger.
BMW RS 255 Kompressor dibangun menggunakan rangka tubular steel twin cradle dengan bobot sekitar 137 hingga 138 kilogram.
Motor ini mengusung mesin boxer dua silinder DOHC berkapasitas 492,6 cc yang dipadukan dengan supercharger Zoller, menghasilkan tenaga sekitar 55 hingga 60 hp.
Tenaga diteruskan melalui transmisi manual empat percepatan dan sistem shaft drive, sementara kecepatan maksimumnya diperkirakan melampaui 200 km/jam.
BMW RS 255 Kompressor kini termasuk salah satu motor balap klasik paling langka di dunia.
Unit orisinal yang masih bertahan hanya berjumlah sangat sedikit dan sebagian besar tersimpan di museum maupun koleksi pribadi.