"Begitu berat memperjuangkan anggaran ini agar turun ke Pesisir Barat. Bahkan untuk tahun anggaran 2027, alokasi APBN penanganan abrasi pantai di seluruh Indonesia hanya sekitar lima kilometer, padahal negara kita merupakan negara kepulauan yang sangat membutuhkan perlindungan kawasan pesisir," ungkapnya.
Mukhlis berharap pembangunan tahap pertama ini menjadi dasar bagi pemerintah pusat untuk melanjutkan penanganan abrasi di Pantai Mandiri Sejati. Menurutnya, gelombang laut terus mengikis bibir pantai yang berada di dekat ruas Jalan Lintas Barat (Jalinbar), sehingga berpotensi mengancam infrastruktur apabila tidak ditangani secara menyeluruh.
Sementara itu, Pelaksana PT Bumi Palapa Perkasa Cabang Bandar Lampung, M. Heru Saputra, memastikan seluruh material yang digunakan telah memenuhi spesifikasi teknis sesuai dokumen perencanaan dan Rencana Anggaran Biaya (RAB).
"Kami menggunakan seluruh material sesuai spesifikasi dan pekerjaan juga dilaksanakan berdasarkan RAB. Pasir yang digunakan didatangkan dari Liwa, bukan menggunakan pasir laut," katanya.
Heru menambahkan, hingga awal Agustus progres fisik proyek telah mencapai sekitar 15 persen. Seluruh tahapan pekerjaan berjalan sesuai jadwal dan ditargetkan rampung 100 persen pada Desember 2026.
"Mudah-mudahan tidak ada kendala sehingga pekerjaan dapat selesai tepat waktu dan memberikan manfaat dalam melindungi kawasan pesisir dari ancaman abrasi," pungkasnya.