Kembalinya Coronet pada 1965 menjadi titik balik penting. Jika generasi sebelumnya merupakan mobil full-size, Coronet generasi baru ditempatkan sebagai kendaraan mid-size berbasis Chrysler B-body.
Platform tersebut memberikan peluang bagi Dodge untuk memasangkan mesin berkapasitas besar ke dalam bodi yang relatif lebih ringkas.
Coronet kemudian hadir dalam berbagai konfigurasi, mulai dari kendaraan untuk penggunaan harian hingga model yang mengutamakan performa. Dari sinilah namanya mulai semakin dekat dengan dunia muscle car.
Salah satu daya tarik utama Coronet era 1960-an adalah pilihan mesin V8 berkapasitas besar.
Dodge menawarkan mesin seperti 383 cubic inch dan kemudian menghadirkan 426 Hemi, salah satu mesin paling terkenal dalam sejarah muscle car Amerika.
Konfigurasi 426 Hemi pada varian performa mampu menghasilkan sekitar 425 hp dengan torsi mendekati 500 lb-ft.
Kemampuan tersebut membuat Coronet berubah dari sekadar kendaraan keluarga menjadi mobil yang mampu menawarkan performa serius.
Pada 1967, Dodge memperkenalkan Coronet R/T, singkatan dari Road/Track. Model tersebut menjadi salah satu varian performa utama dalam keluarga Coronet.
R/T mendapatkan mesin berkapasitas besar, peningkatan pada sistem suspensi dan pengereman, serta sejumlah detail eksterior yang membedakannya dari Coronet standar.
Model tersebut tersedia dalam bentuk coupe dan convertible. Kombinasi performa, desain serta pilihan mesin membuat Coronet R/T kemudian menjadi salah satu model Mopar yang banyak diburu kolektor.
Namun, Dodge belum selesai. Pabrikan tersebut masih memiliki formula lain untuk menghadapi persaingan muscle car yang semakin sengit.
Pada 1968, Dodge memperkenalkan Coronet Super Bee sebagai muscle car dengan harga lebih terjangkau.