“Uji efektivitas ini seperti demplot, untuk melihat sejauh mana efektivitas produk terhadap kebutuhan pertanaman. Kalau tidak dijual, mungkin polanya bisa melalui pemberdayaan,” ujar Elvira.
Ia menyarankan agar proyek percontohan di Desa Fajar Baru melibatkan kelompok tani atau kelompok wanita tani (KWT). Dengan demikian, pupuk organik dapat langsung diuji pada tanaman sekaligus diketahui pengaruhnya terhadap kualitas dan hasil produksi.
Elvira menilai pemanfaatan sampah pasar menjadi pupuk organik dapat menjadi salah satu daya tarik bagi pemerintah kabupaten/kota untuk menerapkan pola serupa, mengingat persoalan sampah pasar dan pemilahan sampah masih menjadi tantangan di sejumlah daerah.
Pemprov Lampung memastikan ruang kolaborasi dengan yayasan, komunitas, organisasi, dan berbagai pihak yang memiliki perhatian terhadap persoalan lingkungan akan terus dibuka.
Jihan menegaskan pemerintah provinsi siap memediasi pihak-pihak tersebut dengan pemerintah kabupaten/kota agar berbagai inovasi pengelolaan sampah dapat diterapkan secara tepat sesuai kewenangan dan kebutuhan daerah.