Update Erupsi Anak Krakatau, 32.415 Warga Lampung Selatan Terdampak Abu Vulkanik

Sebanyak 8.780 box masker bedah dan 5.005 botol tetes mata dibutuhkan untuk penanganan dampak erupsi Anak Krakatau.
Krisna Jeri - Senin, 07 Sep 2026 - 07:54 WIB
Petugas kesehatan melakukan penanganan dan pembagian masker kepada masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Laporan Dinkes Lampung Selatan mencatat 32.415 warga terdampak dari 146 desa.
Petugas kesehatan melakukan penanganan dan pembagian masker kepada masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Laporan Dinkes Lampung Selatan mencatat 32.415 warga terdampak dari 146 desa. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG SELATAN – Aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau berdampak terhadap puluhan ribu warga di Kabupaten Lampung Selatan. Berdasarkan laporan harian Dinas Kesehatan Lampung Selatan per 6 September 2026, sebanyak 32.415 jiwa tercatat terdampak abu vulkanik.

Laporan tersebut dihimpun dari 16 puskesmas yang telah menyampaikan data dari total 28 puskesmas di wilayah Lampung Selatan.

Dari laporan sementara itu, tercatat 146 desa terdampak aktivitas erupsi Gunung Anak Krakatau. 

Meski dampak abu vulkanik cukup signifikan, hingga laporan diterbitkan belum terdapat warga yang mengungsi.

Advertisements

Jumlah pengungsi tercatat 0 jiwa atau 0 kepala keluarga, dan belum ada masyarakat yang menempati posko maupun lokasi evakuasi. 

Dinas Kesehatan Lampung Selatan mencatat kondisi akses jalan di sejumlah wilayah masih tembus.

Namun, abu vulkanik dengan intensitas sedang hingga tebal mulai mengganggu jarak pandang kendaraan dan berpotensi memengaruhi pernapasan masyarakat.

Kondisi tersebut menjadi salah satu kendala yang dihadapi petugas ketika melakukan kunjungan ke masyarakat terdampak.


Banner Parfum Shopee

Advertisements

Abu vulkanik yang cukup tebal membuat jarak pandang kendaraan terbatas sehingga mobilitas petugas di lapangan ikut terdampak.  

Selain warga secara umum, sejumlah kelompok rentan turut masuk dalam data masyarakat terdampak. Rinciannya terdiri dari 247 balita, 14 ibu hamil/menyusui, 217 lansia dan tujuh penyandang disabilitas. 

Di tengah paparan abu vulkanik tersebut, laporan pelayanan kesehatan dari 16 puskesmas yang masuk hingga pukul 15.00 WIB belum mencatat adanya kunjungan pasien akibat erupsi.

Data sementara menunjukkan jumlah kunjungan pasien masih 0 pasien. Begitu pula dengan tiga kelompok kasus yang menjadi perhatian, yakni infeksi saluran pernapasan akut (ISPA), iritasi mata serta dermatitis atau gangguan kulit, seluruhnya masih tercatat nol kasus.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements