Jumlah pasien yang dirujuk ke fasilitas kesehatan lain juga masih 0 pasien.
Dinas Kesehatan mencatat data pelayanan tersebut masih bersifat sementara karena laporan dari puskesmas yang terlibat belum seluruhnya tersedia.
Untuk menghadapi kemungkinan peningkatan dampak kesehatan akibat abu vulkanik, sejumlah perlengkapan medis dan obat vital masih tersedia di puskesmas yang telah melaporkan kondisi.
Stok yang tercatat antara lain 3.361 box masker bedah, 290 box masker N95, 562 botol tetes mata steril, 850 box/100 obat ISPA dan Ventolin, 2.532 kasa serta 440 botol cairan NaCl.
Data tersebut merupakan rekapitulasi dari 16 puskesmas yang telah menyampaikan laporan.
Namun, distribusi perlengkapan secara masif kepada masyarakat membuat persediaan masker dan tetes mata mulai menipis.
Dinas Kesehatan juga mencatat keterbatasan pasokan air bersih sebagai salah satu kendala yang masih dihadapi di lapangan.
Puskesmas terus menjalankan pelayanan kesehatan melalui pos kesehatan desa dan puskesmas pembantu.
Petugas juga melakukan pembagian masker kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai penggunaan alat pelindung diri sederhana.
Kegiatan tersebut dilakukan bersama camat dan kapolsek di wilayah kerja masing-masing puskesmas.
Selain perlindungan terhadap paparan abu, petugas juga berkoordinasi dengan lurah dan camat untuk memperbarui data masyarakat yang termasuk kelompok rentan.
Langkah ini penting untuk memastikan kelompok yang membutuhkan perhatian lebih dapat teridentifikasi apabila kondisi erupsi berkembang dan memerlukan penanganan lebih lanjut.