Update Erupsi Anak Krakatau, 32.415 Warga Lampung Selatan Terdampak Abu Vulkanik

Sebanyak 8.780 box masker bedah dan 5.005 botol tetes mata dibutuhkan untuk penanganan dampak erupsi Anak Krakatau.
Krisna Jeri - Senin, 07 Sep 2026 - 07:54 WIB
Petugas kesehatan melakukan penanganan dan pembagian masker kepada masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Laporan Dinkes Lampung Selatan mencatat 32.415 warga terdampak dari 146 desa.
Petugas kesehatan melakukan penanganan dan pembagian masker kepada masyarakat di wilayah terdampak abu vulkanik Gunung Anak Krakatau. Laporan Dinkes Lampung Selatan mencatat 32.415 warga terdampak dari 146 desa. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Jumlah pasien yang dirujuk ke fasilitas kesehatan lain juga masih 0 pasien.

Dinas Kesehatan mencatat data pelayanan tersebut masih bersifat sementara karena laporan dari puskesmas yang terlibat belum seluruhnya tersedia. 

Untuk menghadapi kemungkinan peningkatan dampak kesehatan akibat abu vulkanik, sejumlah perlengkapan medis dan obat vital masih tersedia di puskesmas yang telah melaporkan kondisi.

Stok yang tercatat antara lain 3.361 box masker bedah, 290 box masker N95, 562 botol tetes mata steril, 850 box/100 obat ISPA dan Ventolin, 2.532 kasa serta 440 botol cairan NaCl. 

Advertisements

Data tersebut merupakan rekapitulasi dari 16 puskesmas yang telah menyampaikan laporan. 

Namun, distribusi perlengkapan secara masif kepada masyarakat membuat persediaan masker dan tetes mata mulai menipis.

Dinas Kesehatan juga mencatat keterbatasan pasokan air bersih sebagai salah satu kendala yang masih dihadapi di lapangan. 

Puskesmas terus menjalankan pelayanan kesehatan melalui pos kesehatan desa dan puskesmas pembantu.

Advertisements

Petugas juga melakukan pembagian masker kepada masyarakat sekaligus memberikan edukasi mengenai penggunaan alat pelindung diri sederhana.

Kegiatan tersebut dilakukan bersama camat dan kapolsek di wilayah kerja masing-masing puskesmas.

Selain perlindungan terhadap paparan abu, petugas juga berkoordinasi dengan lurah dan camat untuk memperbarui data masyarakat yang termasuk kelompok rentan. 

Langkah ini penting untuk memastikan kelompok yang membutuhkan perhatian lebih dapat teridentifikasi apabila kondisi erupsi berkembang dan memerlukan penanganan lebih lanjut.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements