“Termasuk harapan Pak Bupati juga, pembuatan baju olahraga di sekolah negeri untuk tidak lagi dikoordinir oleh sekolah. Biarkan saja orang tua membeli sendiri sesuai keinginan mereka supaya tidak memberatkan orang tua," jelasnya.
Menurut Nopiyadi, orang tua sebaiknya diberi kebebasan menentukan kebutuhan pakaian olahraga anak sesuai kemampuan dan pilihan masing-masing. Dengan demikian, tidak ada kewajiban pengadaan secara kolektif melalui sekolah yang berpotensi menambah beban keluarga.
Ia menilai keberlanjutan program seragam gratis akan semakin kuat apabila seluruh pihak memiliki pemahaman yang sama. Pemerintah daerah memberikan bantuan, sedangkan sekolah tidak kembali membebankan kebutuhan seragam yang sudah dipenuhi melalui program tersebut kepada wali siswa.
“Sekali lagi kami berharap ini segera ditindaklanjuti dan kami sangat mendukung apa yang menjadi harapan beliau," pungkas Nopiyadi.(edi)