Dukungan terhadap sarana ibadah dinilai penting untuk menunjang aktivitas keagamaan sekaligus menjaga kerukunan di tengah masyarakat. Pemerintah Kota Bandar Lampung juga memberikan perhatian kepada kelompok masyarakat, termasuk perkumpulan tuna netra.
Penyaluran bantuan tersebut dipastikan tidak berhenti pada tahap ini. Pemerintah Kota Bandar Lampung masih membuka kemungkinan untuk kembali memberikan bantuan pada tahap berikutnya.
“Ini kan kita kelima terus. Ada, insya Allah,” katanya.
Ia menegaskan, rumah ibadah serta berbagai kebutuhan yang berkaitan dengan kerukunan umat beragama akan tetap menjadi salah satu prioritas dalam program bantuan pemerintah.
Dukungan tersebut diharapkan dapat membantu mempercepat penyelesaian pembangunan maupun renovasi rumah ibadah yang masih berlangsung. Dengan demikian, masyarakat dapat memanfaatkan fasilitas ibadah dengan lebih nyaman untuk menunjang aktivitas keagamaan di wilayah masing-masing.
Selain rumah ibadah, bantuan bagi perkumpulan tuna netra diharapkan dapat memberikan manfaat sekaligus mendukung aktivitas organisasi dalam memberikan pelayanan kepada para anggotanya.
Program bantuan bagi rumah ibadah dan kelompok masyarakat tersebut menjadi salah satu bentuk upaya pemerintah untuk hadir di tengah masyarakat melalui dukungan terhadap kebutuhan sosial dan keagamaan.
“Ke depan, pemantauan terhadap rumah ibadah dan kelompok masyarakat yang membutuhkan bantuan akan terus dilakukan. Langkah tersebut diharapkan membuat penyaluran bantuan semakin tepat sasaran dan sesuai dengan kondisi penerima di lapangan,” tutupnya.