Salah satu upaya yang disiapkan adalah distribusi bibit serta penyediaan mesin pengering modern untuk mengurangi kehilangan hasil setelah panen atau post-harvest losses.
Penggunaan fasilitas pengeringan diharapkan dapat membantu menjaga kualitas hasil pertanian, mengurangi kerugian akibat penanganan pascapanen yang kurang optimal, serta meningkatkan pendapatan petani.
Melalui pendekatan ini, pembangunan pertanian tidak hanya berfokus pada peningkatan produksi, tetapi juga pada penguatan pengolahan dan pemasaran hasil panen.
3. Perkuat Kompetensi Tenaga Kerja Desa
Pilar ketiga menitikberatkan pada pengembangan sumber daya manusia dan peningkatan kesempatan kerja di pedesaan.
Pemprov Lampung berupaya menyiapkan tenaga kerja desa yang kompeten dan memiliki daya saing melalui pendidikan serta pelatihan vokasi, termasuk program yang disebut sebagai vokasi migrasi desa.
Peningkatan keterampilan tersebut diharapkan membuka peluang kerja yang lebih luas bagi masyarakat desa sekaligus mendukung kebutuhan tenaga kerja sesuai kompetensi yang dibutuhkan.
4. Percepat Pembangunan Jalan dan Jembatan
Pilar keempat berfokus pada peningkatan aksesibilitas dan konektivitas antarwilayah melalui pembangunan serta pemenuhan infrastruktur jalan dan jembatan.
Infrastruktur yang memadai dinilai penting untuk memperkuat rantai pasok, memperlancar distribusi barang dan jasa, serta mendukung aktivitas ekonomi masyarakat.
Konektivitas yang semakin baik juga diharapkan memudahkan petani dan pelaku usaha membawa hasil produksi menuju pasar, sehingga distribusi menjadi lebih efisien.