Antisipasi Karhutla, Pekon Sumberalam Lampung Barat Pantau Titik Rawan Kebakaran

Pemerintah Pekon Sumberalam bersama Babinsa memantau kawasan perbatasan dengan Pekon Sukadamai untuk mengantisipasi kebakaran hutan dan lahan.
Rinto Arius - Selasa, 03 Nov 2026 - 14:58 WIB
Peratin Sumberalam Kecamatan Airhitam Husain S.Ip.,  dan jajaran bersama anggota TNI cek lahan potensi kebakarang upaya cegah karhutla.
Peratin Sumberalam Kecamatan Airhitam Husain S.Ip., dan jajaran bersama anggota TNI cek lahan potensi kebakarang upaya cegah karhutla. - Foto : Dok. Pekon Sumberalam

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

LAMPUNG BARAT – Pemerintah Pekon Sumberalam, Kecamatan Air Hitam, Kabupaten Lampung Barat, meningkatkan kewaspadaan terhadap ancaman kebakaran hutan dan lahan (karhutla). Salah satu langkah yang dilakukan yakni memantau langsung sejumlah areal yang dinilai rawan kebakaran, khususnya kawasan yang berbatasan dengan hutan.

Pemantauan tersebut dipimpin Peratin Sumberalam Husain, SIP., bersama aparat pekon dan didampingi Serma Ruswan selaku Kapos Babinsa Air Hitam. Pengecekan difokuskan di wilayah perbatasan Pekon Sumberalam dengan Pekon Sukadamai.

Kawasan tersebut menjadi perhatian karena terdapat areal rimba dan perkebunan kopi milik masyarakat yang berbatasan langsung dengan kawasan hutan. Kondisi ini dinilai memiliki potensi terjadinya kebakaran apabila terdapat sumber api, terutama ketika vegetasi, dedaunan, dan sisa belukar belum sepenuhnya basah.

Peratin Sumberalam Husain, SIP., mengatakan pemantauan dilakukan sebagai langkah pencegahan dini sekaligus mengingatkan masyarakat agar tidak melakukan aktivitas pembakaran yang berpotensi memicu karhutla.

Advertisements

"Kami mengimbau seluruh masyarakat, khususnya yang memiliki kebun kopi berbatasan dengan kawasan rimba, agar lebih berhati-hati. Jangan membakar belukar, sampah, maupun lahan di sekitar perkebunan karena api bisa dengan cepat merambat ke kawasan hutan," tegas Husain.

Menurutnya, turunnya hujan dalam beberapa waktu terakhir tidak serta-merta menghilangkan ancaman kebakaran. Sebab, kondisi tanah dan vegetasi di sejumlah lokasi belum tentu telah basah secara menyeluruh sehingga dedaunan kering, ranting, serta belukar masih berpotensi menjadi bahan pemicu kebakaran.

"Walaupun sudah turun hujan, bukan berarti kita boleh lengah. Kondisi tanah dan tumbuhan di beberapa lokasi masih belum sepenuhnya basah. Jika ada percikan api, kebakaran bisa dengan mudah meluas," ujarnya.

Karena itu, Husain berharap masyarakat turut berperan aktif menjaga kelestarian lingkungan dengan tidak membuka lahan menggunakan cara membakar. Warga juga diminta segera melaporkan kepada aparat pekon maupun Babinsa apabila menemukan tanda-tanda atau indikasi terjadinya kebakaran.


Advertisements

"Upaya pencegahan ini menjadi tanggung jawab bersama. Kami tidak ingin kebakaran terjadi dan merusak kawasan hutan maupun perkebunan kopi milik masyarakat. Lebih baik kita mencegah sejak dini daripada harus menghadapi dampak kebakaran," pungkasnya. (*)

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT MLO - 6 BANK LAMPUNG HUT MLO - 4 HUT MLO - 3 HUT MLO - 2 HUT MLO - 1

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements