“Gejala yang perlu diwaspadai di antaranya demam tinggi mencapai 38 hingga 40 derajat Celsius, sakit kepala hebat, nyeri punggung dan perut, nyeri otot, mual, muntah, wajah kemerahan, mata merah, hingga penglihatan kabur,” ungkapnya.
Ia mengingatkan, gejala hantavirus kerap menyerupai penyakit infeksi lain sehingga masyarakat diminta segera memeriksakan diri ke fasilitas kesehatan apabila mengalami keluhan setelah terpapar lingkungan yang banyak terdapat tikus.
Dalam upaya pencegahan, masyarakat diimbau menerapkan pola hidup bersih dan sehat. Kebersihan rumah dan lingkungan dinilai menjadi faktor penting untuk mencegah berkembangnya populasi tikus sebagai pembawa virus.
“Masyarakat diimbau rutin mencuci tangan menggunakan sabun atau hand sanitizer, menutup lubang di dalam maupun luar rumah agar tikus tidak masuk, serta menjaga kebersihan rumah dan lingkungan kerja,” ujarnya.
Ia juga meminta masyarakat membersihkan area yang terdapat jejak tikus dengan metode basah, seperti menggunakan pel basah, agar debu yang berpotensi terkontaminasi tidak beterbangan dan terhirup.
Selain itu, makanan dan minuman harus disimpan dalam wadah tertutup rapat guna menghindari kontaminasi dari hewan pengerat. Warga juga diminta menghindari kontak langsung dengan tikus, celurut, maupun kotorannya.
“Jika harus membersihkan area yang berpotensi terkontaminasi tikus, gunakan masker dan sarung tangan sebagai perlindungan diri. Kemudian hindari aktivitas berisiko seperti berkemah atau mendaki di area yang banyak tikus tanpa perlindungan yang memadai,” tandasnya.(*)