Sementara itu, pendapatan transfer diproyeksikan mencapai Rp1,550 triliun, yang berasal dari transfer pemerintah pusat sebesar Rp1,355 triliun dan transfer antardaerah sebesar Rp195 miliar.
Untuk mendukung pelaksanaan berbagai program pembangunan, Pemerintah Kota Bandar Lampung merencanakan belanja daerah sebesar Rp2,726 triliun.
Anggaran tersebut mencakup belanja operasi, belanja modal, dan belanja tidak terduga.
Di sisi pembiayaan, penerimaan pembiayaan daerah diproyeksikan sebesar Rp126 miliar yang berasal dari Sisa Lebih Perhitungan Anggaran (SiLPA) tahun sebelumnya serta penerimaan pinjaman daerah.
Sementara itu, pengeluaran pembiayaan sebesar Rp115 miliar akan dialokasikan untuk penyertaan modal investasi daerah dan pembayaran cicilan pokok utang yang jatuh tempo.
Eva Dwiana menegaskan bahwa Pemerintah Kota Bandar Lampung berkomitmen menjaga kesinambungan program-program prioritas yang berorientasi pada peningkatan kesejahteraan masyarakat.
Dokumen KUA-PPAS APBD Tahun Anggaran 2027 selanjutnya akan dibahas bersama DPRD Kota Bandar Lampung sebagai dasar penyusunan Rancangan APBD Tahun Anggaran 2027.