Sejarah motorsport Toyota juga memberikan nilai tambahan. Keterlibatan Celica dalam ajang reli membuat model ini memiliki warisan yang jauh lebih kuat dibandingkan sekadar mobil sport untuk jalan raya.
Khusus varian GT-Four, perpaduan mesin turbo, sistem penggerak empat roda, serta pengalaman Toyota di ajang reli menjadikannya salah satu ikon performa Jepang pada era 1980-an hingga 1990-an.
Karena diproduksi selama lebih dari tiga dekade dengan berbagai varian, karakter dan spesifikasi Toyota Celica mengalami perubahan cukup besar dari satu generasi ke generasi berikutnya.
Generasi awal menggunakan mesin berkapasitas kecil hingga menengah dengan penggerak roda belakang.
Konsep tersebut kemudian berkembang secara signifikan ketika Toyota menghadirkan GT-Four dengan mesin 2,0 liter turbo dan sistem penggerak empat roda.
Sementara itu, generasi terakhir kembali mengedepankan konsep coupe ringan dengan mesin 1,8 liter dan penggerak roda depan.
Perbedaan karakter tersebut justru menjadi daya tarik tersendiri bagi kolektor. Setiap generasi memiliki desain, teknologi, serta karakter berkendara yang berbeda.
Hampir dua dekade setelah produksinya berakhir, Toyota Celica generasi lama semakin mendapat perhatian dari penggemar mobil klasik dan enthusiast.
Celica generasi pertama dalam kondisi orisinal memiliki daya tarik tersendiri karena nilai sejarahnya.
Sementara itu, varian GT-Four, terutama ST185 dan ST205, banyak diburu karena memiliki hubungan erat dengan sejarah motorsport Toyota serta jumlah produksinya yang lebih terbatas dibandingkan varian Celica biasa.
Kondisi kendaraan menjadi salah satu faktor penting dalam menentukan daya tarik sebuah Celica klasik.