DPRD bersama Pemkot Bandar Lampung mendorong perbaikan dilakukan secara bertahap dan menyeluruh agar sistem drainase perkotaan dapat bekerja lebih optimal.
“Kita bersama Dinas PU, terutama Komisi 3, sudah juga berkomunikasi dan bersepakat semua akan diperbaiki,” ungkapnya.
Menurut Rama, pembenahan drainase merupakan bagian penting dari strategi mengurangi risiko banjir.
Saluran air yang berfungsi baik diharapkan mampu meningkatkan kapasitas aliran sekaligus mengurangi potensi genangan di kawasan permukiman maupun ruas jalan.
Ia menambahkan, langkah tersebut juga sejalan dengan arahan Wali Kota Bandar Lampung Eva Dwiana yang meminta persoalan banjir mendapatkan perhatian serius.
Rama menyadari pemerintah daerah tidak dapat memprediksi secara pasti kapan bencana banjir akan terjadi.
Namun, berbagai langkah mitigasi tetap harus dilakukan untuk mengurangi risiko dan dampaknya terhadap masyarakat.
Ia berharap pembenahan infrastruktur tidak berhenti pada upaya mengurangi dampak ketika banjir terjadi.
Dalam jangka panjang, pemerintah diharapkan mampu membangun sistem pengelolaan air perkotaan yang lebih baik sehingga persoalan banjir dapat ditekan secara maksimal.
“Syukur-syukur kalau kita bisa menangani banjir itu, mungkin udah tidak ada lagi di Kota Bandar Lampung,” pungkas Rama.
Komitmen penguatan anggaran penanganan banjir pada 2027 menunjukkan bahwa persoalan drainase menjadi salah satu perhatian penting dalam pembangunan infrastruktur Kota Bandar Lampung.
Pembangunan dan peningkatan jalan yang dilakukan bersamaan dengan pembenahan saluran air diharapkan dapat mencegah kerusakan jalan sekaligus memperlancar aliran air saat hujan.