Faktor lainnya adalah keberadaan dua varian performa dengan karakter berbeda, yakni R/T dan Super Bee.
R/T menawarkan pendekatan muscle car yang lebih lengkap, sedangkan Super Bee mengedepankan performa dengan perlengkapan yang lebih sederhana.
Sejarah Coronet juga beririsan langsung dengan masa persaingan sengit antara produsen Amerika seperti Dodge, Plymouth, Ford dan Chevrolet dalam memperebutkan pasar muscle car.
Selain itu, desain Coronet produksi 1968–1970 memiliki ciri khas tersendiri.
Grille, striping, bodi lebar dan pilihan mesin besar membuat generasi tersebut mudah dikenali hingga sekarang.
Salah satu konfigurasi paling langka dalam keluarga Coronet adalah Super Bee bermesin 426 Hemi.
Pada 1968, hanya sekitar 125 unit Super Bee yang tercatat menggunakan mesin Hemi.
Setahun kemudian, jumlah Super Bee dengan mesin 426 Hemi juga tetap sangat terbatas, sekitar 166 unit berdasarkan data produksi yang tersedia.
Kelangkaan tersebut membuat unit dengan spesifikasi pabrik yang masih autentik memiliki daya tarik tinggi di pasar kolektor.
Nilai sebuah Coronet klasik tidak hanya ditentukan oleh kondisi bodi dan mesin.
Keaslian nomor mesin, transmisi, trim, warna, opsi pabrik serta dokumentasi sejarah kendaraan juga menjadi faktor penting.