Meski mengakui kondisi debu saat ini lebih baik dibandingkan masa lalu, Siti tetap berharap perusahaan meningkatkan sistem pengendalian emisi dan debu.
Ia berharap penggunaan alat penyaring dapat dioptimalkan sehingga material debu tidak mudah terbawa angin menuju permukiman, terutama ketika kondisi angin cukup kencang pada siang hari.
Perbedaan pengalaman warga Way Laga dan Way Lunik menunjukkan bahwa dampak aktivitas perusahaan serta hubungan masyarakat dengan program CSR belum dirasakan secara seragam.
Di satu sisi, terdapat warga yang mengeluhkan paparan debu dan mempertanyakan keberlanjutan bantuan sosial.
Di sisi lain, warga yang tinggal di wilayah berbeda menyebut bantuan perusahaan masih berjalan dan kondisi debu saat ini relatif lebih terkendali dibandingkan masa lalu.
Meski demikian, persoalan lingkungan tetap menjadi perhatian utama masyarakat yang tinggal di sekitar kawasan operasional perusahaan.
Warga berharap pengendalian debu tidak hanya dilakukan ketika muncul keluhan atau isu tersebut menjadi perhatian publik, tetapi dijalankan secara konsisten melalui pemantauan dan pemeliharaan fasilitas pengendalian pencemaran.
Pengelolaan lingkungan yang berkelanjutan dinilai penting untuk menjaga kualitas udara sekaligus memastikan aktivitas industri dapat berjalan berdampingan dengan masyarakat sekitar.
Bagi warga, keberadaan industri di kawasan tersebut bukan semata persoalan aktivitas produksi dan ekonomi.
Perlindungan terhadap lingkungan, kesehatan masyarakat serta keterbukaan program sosial juga menjadi bagian penting dari hubungan jangka panjang antara perusahaan dan masyarakat.