DPRD Lampung Utara Gelar RDP Bahas Video Viral Bocah Meninggal di UGD RS Handayani

DPRD Lampura bahas dugaan lambatnya penanganan bocah meninggal di RS Handayani dan berencana mempertemukan keluarga pasien dengan pihak rumah sakit.
Hasan Saputra - Rabu, 19 Agt 2026 - 17:22 WIB
Anggota Komisi IV DPRD Lampung Utara Arnando Ferdiansyah berharap kasus bocah meninggal di RS Handayani dapat diselesaikan secara kekeluargaan
Anggota Komisi IV DPRD Lampung Utara Arnando Ferdiansyah berharap kasus bocah meninggal di RS Handayani dapat diselesaikan secara kekeluargaan - Foto Hasan

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

“Penangan rumah sakit Handayani kurang, lihat ini satpam-satpam, ngomong kamurang berdua,” ujar laki-laki tersebut dalam video.

Ia juga mempertanyakan keberadaan dokter dan tenaga medis ketika pasien membutuhkan penanganan.

“Nggak mungkin mati anak itu kalau bukan kurang penanganan kamurang. Kamurang kan tahu kami itu, dari jam berapa di ruangan ini, keluar kamurang dokter-dokter,” katanya.

Video tersebut kemudian menjadi perhatian publik dan memicu beragam tanggapan dari warganet mengenai pelayanan RS Handayani Lampung Utara.

Advertisements

Sejumlah pengguna media sosial bahkan mengaku pernah mengalami pengalaman yang kurang memuaskan ketika mendapatkan pelayanan di rumah sakit tersebut.

Salah satunya akun Dewi Aryani Saja yang mengaku mengalami pengalaman kurang menyenangkan saat mendapatkan pelayanan di RS Handayani.

“Saya trauma dan ini untuk terakhir kalinya melahirkan di rumah sakit Handayani, karena perlakuan seluruh petugas ya tidak ramah,” tulisnya.

Komentar serupa disampaikan akun Azizah Iza. Ia mengaku pernah mendapatkan pengalaman terkait pelayanan dan penanganan pasien di rumah sakit tersebut.

Advertisements

“Ia benar itu, kami datang dari altn, dua hari dulu baru ditangani,” tulis akun tersebut.

Pengalaman lainnya disampaikan akun Yuli Az Zahra. Ia mengaku pernah membawa anak tetangganya yang mengalami kejang ke RS Handayani saat dini hari.

“Saya bersaksi, bahwa saya juga pernah di posisi seperti itu, dulu waktu nganterin anak tetangga yang kena kejang. Kami dari rumah sudah tidak karuan, tah mana jilbab, tah mana sendal, tah mana baju yang layak, pokoknya saya gas bawa motor kayak orang mabuk,” tulisnya.

Ia melanjutkan, ketika tiba di ruang UGD, dirinya justru diminta kembali untuk melengkapi berkas pasien.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements