Kondisi cuaca dan gelombang juga menjadi perhatian dalam pelaksanaan operasi. Berdasarkan prakiraan cuaca maritim, kondisi pada Jumat diperkirakan cerah berawan dengan angin dari arah tenggara menuju barat laut sekitar 11 knot dan tinggi gelombang berkisar 1–2 meter.
“Faktor cuaca dan gelombang tetap menjadi perhatian karena menyangkut keselamatan seluruh personel yang melakukan pencarian. Meski demikian, pencarian tetap dilakukan dengan memaksimalkan seluruh unsur dan peralatan yang tersedia,” tandasnya.
Suroso sebelumnya dilaporkan hilang setelah perahu jukung Sepanas Ujung yang ditumpanginya bersama Herwandi mengalami kecelakaan di perairan Way Haru, Kamis (20/8) sekitar pukul 06.30 WIB.
Perahu tersebut terbalik setelah dihantam gelombang yang diperkirakan mencapai tiga meter ketika hendak keluar dari kawasan Pelabuhan Way Haru.
Herwandi berhasil menyelamatkan diri setelah terombang-ambing di laut selama kurang lebih tiga jam. Ia kemudian berenang menuju daratan.
Sementara itu, Suroso tidak terlihat setelah perahu terbalik. Hingga hari kedua pencarian, nelayan tersebut masih belum ditemukan dan tim SAR gabungan terus melakukan penyisiran untuk mencari keberadaannya.