Kebakaran 673 Hektare di Way Kambas, WALHI: Jangan Hanya Andalkan Pemadaman

WALHI Lampung mendesak audit perlindungan TN Way Kambas setelah kebakaran diduga berdampak hingga ratusan hektare kawasan konservasi.
Krisna Jeri - Senin, 24 Agt 2026 - 16:09 WIB
Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, menjadi sorotan WALHI Lampung yang mendesak audit sistem perlindungan dan investigasi penyebab munculnya api.
Kebakaran hutan di kawasan Taman Nasional Way Kambas, Lampung Timur, menjadi sorotan WALHI Lampung yang mendesak audit sistem perlindungan dan investigasi penyebab munculnya api. - Foto Istimewa

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

Irfan juga menyoroti kondisi lapangan di TNWK yang memiliki kawasan bergambut, sulit dijangkau, serta berada jauh dari sumber air.

Menurutnya, karakteristik tersebut seharusnya menjadi dasar bagi pemerintah dalam membangun sistem mitigasi kebakaran yang lebih kuat dan terukur.

“Kondisi itu seharusnya jadi dasar membangun sistem mitigasi yang kuat, bukan jadi penjelasan setelah kebakaran terjadi,” katanya.

WALHI menilai penanganan kebakaran tidak boleh hanya bertumpu pada respons ketika api telah muncul dan meluas.

Advertisements

Sistem peringatan dini, patroli, pemantauan titik rawan, hingga kesiapan sumber daya di lapangan dinilai perlu menjadi bagian dari strategi pencegahan.

Kebakaran di kawasan TNWK juga dinilai memiliki risiko serius terhadap kelestarian satwa liar.

Taman Nasional Way Kambas merupakan salah satu kawasan penting bagi habitat gajah sumatra, badak sumatra, serta berbagai jenis satwa liar lainnya.

“Setiap kebakaran berpotensi menghilangkan tutupan vegetasi, sumber pakan, tempat berlindung dan ruang jelajah satwa,” jelas Irfan.

Advertisements

Menurut WALHI, dampak kebakaran terhadap satwa tidak bisa hanya diukur berdasarkan ada atau tidaknya satwa yang ditemukan mati akibat api.

Meski tidak ada satwa yang terdampak langsung, perubahan kondisi habitat tetap dapat menimbulkan persoalan dalam jangka panjang.

“Kebakaran bisa sebabkan fragmentasi habitat dan mendorong satwa ke desa penyangga. Dalam jangka panjang ini meningkatkan risiko konflik manusia dan satwa liar,” ujarnya.

WALHI Lampung juga menolak jika kebakaran di kawasan Way Kambas hanya dijelaskan sebagai dampak cuaca panas dan musim kemarau.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements