Sebaran abu vulkanik dapat memengaruhi kualitas udara, terutama ketika konsentrasi material vulkanik meningkat di permukaan.
Masyarakat yang berada di wilayah berpotensi terdampak diimbau membatasi aktivitas di luar ruangan apabila kondisi udara memburuk. Penggunaan masker juga disarankan apabila masyarakat harus beraktivitas di luar rumah.
Bagi masyarakat yang hendak bepergian menggunakan pesawat, pengecekan status penerbangan sebelum menuju bandara juga penting dilakukan.
Dengan prakiraan No Change (NC) pada periode pukul 09.30–12.30 WIB, sebaran abu Gunung Anak Krakatau pada Senin masih perlu diwaspadai.
Terlebih, abu diprakirakan berada hingga ketinggian 15.000 kaki dan mencakup wilayah yang cukup luas, termasuk sebagian Lampung dan Pulau Jawa.
BMKG bersama otoritas terkait masih terus memantau perkembangan sebaran abu vulkanik untuk mendukung keselamatan masyarakat dan operasional penerbangan.