Afrizal turut menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada seluruh pihak yang terlibat dalam penanganan dampak debu vulkanik di Kota Bandar Lampung.
Apresiasi tersebut secara khusus diberikan kepada Wali Kota Bandar Lampung dan jajaran Pemerintah Kota Bandar Lampung, BPBD, Dinas Kesehatan, Dinas Pendidikan, serta seluruh perangkat daerah dan petugas lapangan yang telah melakukan berbagai langkah perlindungan terhadap masyarakat.
“Kami menilai langkah tersebut sangat positif, khususnya dalam mengurangi paparan debu, menjaga keselamatan dan kesehatan masyarakat, serta memastikan masyarakat memperoleh informasi yang jelas sehingga tidak menimbulkan kepanikan,” ujar Afrizal.
Menurut DPRD, sinergi antara pemerintah daerah, perangkat daerah, petugas lapangan dan masyarakat menjadi faktor penting dalam menghadapi dampak aktivitas gunung api.
Meski mengapresiasi langkah yang telah dilakukan Pemerintah Kota Bandar Lampung, DPRD meminta agar kewaspadaan dan kesiapsiagaan tidak diturunkan.
Afrizal berharap pemerintah daerah terus melakukan pemantauan dan memastikan penanganan dampak erupsi berjalan secara terkoordinasi.
“Namun demikian, kami juga berharap kewaspadaan dan kesiapsiagaan tetap ditingkatkan,” tegasnya.
DPRD juga mendorong Pemerintah Kota Bandar Lampung terus memperkuat koordinasi dengan Pemerintah Provinsi Lampung maupun instansi terkait dalam menghadapi perkembangan situasi.
Koordinasi tersebut dinilai penting, terutama dalam pemantauan kualitas udara, kesehatan masyarakat serta penanganan berbagai dampak yang mungkin ditimbulkan aktivitas Gunung Anak Krakatau.
DPRD Kota Bandar Lampung mengingatkan masyarakat agar tidak mudah percaya terhadap informasi yang belum jelas sumbernya.
Warga diharapkan memperoleh informasi mengenai perkembangan aktivitas Gunung Anak Krakatau dan dampaknya melalui kanal resmi pemerintah maupun instansi berwenang.
Kewaspadaan juga perlu ditingkatkan, terutama apabila terjadi perubahan kondisi lingkungan akibat debu vulkanik.