Andre bahkan sempat menyebut bahwa nama “Taulany” adalah nama keluarga baik-baik dan meminta agar tidak lagi dibawa-bawa setelah perceraian mereka resmi selesai.
Pernyataan Andre itu langsung menjadi perhatian publik dan memicu berbagai reaksi di media sosial. Banyak netizen menilai ucapan tersebut cukup menyinggung perasaan Erin.
Tak lama setelah itu, Erin memberikan tanggapan. Ia mengaku tersinggung dengan pernyataan mantan suaminya karena seolah memberikan kesan bahwa dirinya bukan orang baik.
Meski merasa kecewa, Erin memilih tidak memperpanjang persoalan tersebut. Ia kembali menegaskan bahwa dirinya memang tidak memiliki niat untuk terus menggunakan nama belakang Andre.
Baginya, hubungan mereka telah selesai sejak perceraian diputuskan pengadilan. Karena itu, Erin ingin melanjutkan hidup dengan identitas baru tanpa terus dikaitkan dengan status masa lalunya.
Kisah rumah tangga Erin dan Andre sendiri memang cukup panjang. Keduanya menikah pada 17 Desember 2005 dan selama pernikahan dikaruniai tiga orang anak.
Selama bertahun-tahun, rumah tangga mereka dikenal jauh dari gosip miring. Karena itulah, kabar perceraian mereka sempat membuat publik terkejut.
Pada April 2024, Andre pertama kali mengajukan gugatan cerai ke Pengadilan Agama Tigaraksa. Namun proses tersebut sempat ditolak sebelum akhirnya kembali mengajukan gugatan di Pengadilan Agama Jakarta Selatan.
Setelah melalui proses hukum yang cukup panjang, pernikahan mereka akhirnya resmi berakhir pada 11 November 2025.
Kini, setelah resmi menyandang status janda, Erin tampaknya memilih menjalani hidup dengan cara baru. Ia terlihat lebih menikmati waktunya sendiri dan fokus membangun kebahagiaan tanpa terus terjebak dalam masa lalu.
Perubahan sikap Erin yang terlihat lebih ceria dan percaya diri pun menuai beragam komentar dari netizen. Banyak yang mendukung langkahnya untuk bangkit dan memulai hidup baru setelah perceraian.
Meski kehidupan pribadinya masih kerap menjadi sorotan, Erin tampaknya tak ingin terlalu larut dalam komentar publik. Ia memilih menunjukkan bahwa perceraian bukan akhir dari segalanya, melainkan awal baru untuk menemukan kebahagiaan yang sempat hilang.