LAMPUNG UTARA – Konflik geopolitik Iran-AS-Israel di kawasan Timur Tengah mulai berdampak pada harga kebutuhan pokok di Indonesia, termasuk di Kabupaten Lampung Utara.
Lonjakan harga minyak mentah dunia yang mendekati US$120 per barel memicu kenaikan harga minyak goreng curah di pasaran lokal hingga mencapai Rp20.000–Rp25.000 per liter. Data tersebut mengacu pada Pusat Informasi Harga Pangan Strategis (PIHPS) Lampung.
Kenaikan harga pangan juga tercermin dari inflasi bulanan di Provinsi Lampung yang mencapai 0,53 persen pada April 2026. Kondisi ini menjadi sinyal tekanan terhadap daya beli masyarakat, khususnya kalangan menengah ke bawah.
Selain minyak goreng, harga cabai rawit tercatat naik hingga Rp54.700 per kilogram. Sementara telur ayam mencapai Rp33.000 per kilogram. Kenaikan biaya kemasan plastik akibat gejolak global juga turut memengaruhi harga kebutuhan pokok.
Untuk meredam dampak tersebut, Pemerintah Provinsi Lampung bersama Perum Bulog menggelar operasi pasar murah di 15 kabupaten/kota, termasuk Lampung Utara.
Di Kabupaten Lampung Utara, operasi pasar dipusatkan di Pasar Sentral Kotabumi. Program ini mulai berjalan sejak Selasa, 12 Mei 2026 hingga akhir Mei mendatang.
Setiap hari kerja mulai pukul 09.00 WIB, masyarakat dapat membeli Minyakita dengan harga Rp15.500 per liter. Pembelian dibatasi maksimal dua liter per orang atau senilai Rp31.000.
Harga tersebut jauh lebih rendah dibandingkan harga di pasaran. Pemerintah juga menyiapkan stok harian sebanyak 350 dus yang dipantau melalui Sistem Pemantauan Pasar dan Kebutuhan Pokok (SP2KP).
Antusiasme masyarakat terlihat tinggi pada hari pertama pelaksanaan operasi pasar. Tercatat lebih dari 400 warga membeli Minyakita murah di lokasi tersebut.
Kepala Dinas Perindustrian dan Perdagangan (Disperindag) Lampung Utara, Hendri, turun langsung memantau penjualan Minyakita di Pasar Sentral Kotabumi, Jumat (15/5/2026).
“Kami berkomitmen menjaga stabilitas harga dan kebutuhan masyarakat di tengah ulah penimbun nakal. Operasi pasar murah ini akan diperluas ke tingkat kecamatan agar manfaatnya merata,” tegas Hendri.
Menurutnya, operasi pasar mulai memberikan dampak positif terhadap penurunan harga minyak goreng di pasaran.