"Ini tentu menjadi hal positif karena BUMD mampu memberikan sumbangsih terhadap PAD. Ke depan kami berharap kontribusinya terus meningkat," katanya.
Meski demikian, Bapenda mengakui masih terdapat beberapa sektor yang realisasinya belum optimal. Beberapa di antaranya adalah Pajak Bumi dan Bangunan Perdesaan dan Perkotaan (PBB-P2), pajak air tanah, serta pajak mineral bukan logam dan batuan yang masih berada di bawah target.
Untuk mengejar target PAD hingga akhir tahun, Bapenda telah menyiapkan sejumlah strategi, antara lain:
- Meningkatkan pengawasan terhadap wajib pajak.
- Mengoptimalkan pendataan objek pajak baru.
- Memperkuat koordinasi dengan pemerintah kecamatan dan pekon.
- Meningkatkan sosialisasi pentingnya kepatuhan membayar pajak kepada masyarakat.
"Kami terus melakukan pembenahan dan pendataan potensi pajak yang ada. Harapannya, kesadaran masyarakat semakin meningkat sehingga penerimaan daerah juga dapat terus bertambah," ujarnya.
Advertisements
Daman menambahkan, PAD memiliki peran strategis dalam mendukung pembangunan daerah. Semakin tinggi pendapatan asli daerah, semakin besar pula kemampuan pemerintah membiayai pembangunan tanpa bergantung sepenuhnya pada dana transfer dari pemerintah pusat.
Karena itu, ia mengajak seluruh masyarakat dan pelaku usaha untuk meningkatkan kepatuhan dalam membayar pajak dan retribusi daerah sebagai bentuk dukungan terhadap pembangunan Lampung Barat.
"PAD yang terkumpul akan kembali kepada masyarakat dalam bentuk pembangunan infrastruktur, pelayanan publik, pendidikan, kesehatan, dan program lainnya. Karena itu kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendukung peningkatan pendapatan daerah," pungkasnya.