"Ruben sudah beberapa kali menyampaikan pesan agar anak-anak tidak dilibatkan dalam kegiatan promosi saat live. Itu menjadi perhatian serius bagi beliau sebagai ayah," ujar Minola.
Meski gugatan hak asuh telah diajukan, kubu Ruben memastikan komunikasi dengan Sarwendah tetap terbuka. Mereka berharap pertemuan pada 11 Juli mendatang menjadi momentum menyamakan persepsi mengenai pola pengasuhan anak ke depan.
Menurut Minola, setiap keputusan yang diambil seharusnya berorientasi pada kepentingan terbaik bagi anak, bukan semata mempertahankan kepentingan atau ego masing-masing pihak.
Ia juga berharap apabila nantinya tercapai kesepakatan baru, seluruh poin yang disepakati dapat dijalankan secara konsisten sehingga tidak kembali memicu perselisihan.
Kepastian mengenai jadwal pertemuan, pendidikan, hingga aktivitas anak dinilai menjadi aspek penting agar mereka tetap memperoleh perhatian, kasih sayang, dan pendampingan dari kedua orang tua.
Rencana pertemuan Ruben Onsu dan Sarwendah pada 11 Juli mendatang pun menjadi perhatian publik. Selama ini keduanya dikenal berupaya menjaga hubungan baik demi kepentingan anak-anak meski rumah tangga mereka telah berakhir.
Banyak pihak berharap pertemuan tersebut mampu menghasilkan solusi damai yang dapat meredakan polemik hak asuh. Mengingat persoalan tersebut menyangkut masa depan anak-anak, penyelesaiannya diharapkan mengedepankan kepentingan mereka di atas segala hal.
Di sisi lain, pernyataan kuasa hukum Ruben menunjukkan bahwa pihaknya menginginkan adanya kepastian hukum sekaligus kepastian pelaksanaan atas setiap kesepakatan yang nantinya dicapai.
Hingga kini, pihak Sarwendah belum memberikan tanggapan resmi terkait pernyataan Minola Sebayang mengenai rencana pertemuan pada 11 Juli maupun tudingan bahwa anak-anak dilibatkan dalam kegiatan promosi produk melalui siaran langsung.
Publik pun masih menantikan apakah pertemuan tersebut akan menjadi titik temu yang mengakhiri polemik hak asuh, atau justru membuka babak baru dalam proses penyelesaian persoalan antara Ruben Onsu dan Sarwendah. Yang pasti, kepentingan serta kesejahteraan anak-anak diharapkan tetap menjadi prioritas utama kedua orang tua.