Menurutnya, pengalaman dan berbagai kendala yang ditemukan langsung di lapangan menjadi bagian penting dalam penelitian tersebut.
“Kami ingin mendapatkan data yang benar-benar ril apa adanya. Berbagai kendala dan kesulitan yang selama ini dihadapi di lapangan perlu disampaikan. Dari situ kita bersama-sama mencari solusi dan jalan keluar,” ujar Firdaus.
Penelitian tersebut tidak hanya menggali aspek teknologi, tetapi juga mencakup kondisi geografis, karakteristik masyarakat, riwayat kejadian bencana, perilaku masyarakat terhadap lingkungan, pola penanganan yang telah dilakukan, serta kebutuhan dalam penanggulangan bencana.
Pemanfaatan big data diharapkan dapat membantu Polri mengintegrasikan berbagai informasi kebencanaan. Data tersebut nantinya dapat digunakan untuk mendukung pemetaan wilayah rawan, deteksi dini, koordinasi lintas instansi, pengambilan keputusan, hingga respons terhadap masyarakat terdampak.
Kegiatan penelitian dan supervisi berlangsung aman, tertib, dan kondusif. Data yang diperoleh selanjutnya menjadi bahan analisis Tim STIK Lemdiklat Polri untuk menghasilkan rekomendasi yang dapat mendukung peningkatan kapasitas Polri dalam penanganan bencana alam. (*)