“Program ini juga bertujuan menurunkan angka stunting serta memberikan kemudahan bagi pasangan usia subur untuk memperoleh pelayanan KB. Dengan keluarga yang terencana, maka kualitas kesehatan ibu dan anak juga akan semakin baik,” kata Siti Yunani.
Dalam pelaksanaan pelayanan KB tahun 2026, Kabupaten Pesbar menargetkan sebanyak 830 peserta baru yang tersebar di 11 kecamatan.
Selain itu, pemerintah daerah juga menargetkan 610 peserta KB pasca persalinan dan 622 akseptor metode kontrasepsi jangka panjang.
Kecamatan Pesisir Selatan menjadi wilayah dengan target peserta baru tertinggi, yakni sebanyak 126 akseptor. Disusul Kecamatan Ngambur dengan target 103 peserta baru dan Kecamatan Bangkunat sebanyak 98 peserta baru.
“Sementara Kecamatan Pulau Pisang menjadi wilayah dengan target terendah, yakni 14 peserta baru,” katanya.
Pemerintah daerah berharap seluruh target tersebut dapat tercapai melalui dukungan lintas sektor, peran aktif tenaga kesehatan, serta meningkatnya kesadaran masyarakat terhadap pentingnya perencanaan keluarga.
Melalui kegiatan tersebut, Pemkab Pesbar berharap masyarakat semakin memahami pentingnya penggunaan kontrasepsi jangka panjang sebagai langkah mewujudkan keluarga sehat, sejahtera, dan berkualitas.
“Momentum HUT IBI ke-75 juga diharapkan menjadi penguat sinergi antara pemerintah daerah, tenaga kesehatan, dan masyarakat dalam mendukung pembangunan kesehatan yang berkelanjutan di Kabupaten Pesbar,” tandasnya.(*)