Salah seorang saksi mata, Suhaimi (42), warga Pekon Pemerihan, Kecamatan Bangkunat, mengatakan kendaraan tampak melaju tidak terkendali sebelum akhirnya terguling ke sisi kiri jalan.
“Mobil terlihat melaju dari arah atas dan sopir seperti sudah tidak bisa mengendalikan kendaraan. Tidak lama kemudian langsung terguling ke kiri dan muatan pupuk berjatuhan,” ujarnya.
Dalam proses penanganan kecelakaan, petugas yang turun ke lokasi di antaranya Briptu Nanda Tetra Pamungkas, S.M., dan Bripda M. Miftahul Huda. Keduanya melakukan pengamanan lokasi serta berkoordinasi dengan pihak terkait untuk proses evakuasi kendaraan.
Hingga Selasa petang, arus lalu lintas di Jalan Lintas Barat kawasan TNBBS dilaporkan tetap lancar dan tidak terjadi kemacetan meski proses penanganan kecelakaan masih berlangsung.
“Sampai dengan saat ini arus lalu lintas di lokasi kejadian tetap lancar dan tidak ada kemacetan. Kami masih berkoordinasi dengan pihak terkait dan pengurus jasa evakuasi kendaraan untuk proses penanganan lebih lanjut,” tandasnya.
Pihak kepolisian juga mengimbau para pengendara, khususnya sopir kendaraan angkutan berat yang melintasi jalur TNBBS, agar selalu memeriksa kondisi kendaraan sebelum perjalanan, terutama sistem pengereman.
Sebab, jalur tersebut memiliki banyak tanjakan dan turunan ekstrem yang rawan memicu kecelakaan apabila kendaraan tidak dalam kondisi prima. Selain itu, pengemudi diminta mengurangi kecepatan saat melintasi kawasan tanjakan Tiga Bersaudara yang selama ini dikenal sebagai salah satu titik rawan kecelakaan di ruas Jalan Lintas Barat Kabupaten Pesisir Barat.