Jelang Idul Adha, Diskopdag Pesbar Intensifkan Pengawasan Harga Bahan Pokok

Pemkab Pesisir Barat mengintensifkan pemantauan harga bahan pokok guna menjaga stabilitas pasokan dan daya beli masyarakat.
Yayan Prantoso - Kamis, 21 Mei 2026 - 16:07 WIB
Jelang Idul Adha Diskopdag Pesbar terus memperketat pengawasan harga kebutuhan bahan pokok.
Jelang Idul Adha Diskopdag Pesbar terus memperketat pengawasan harga kebutuhan bahan pokok. - foto diskopdag Pesbar.

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Harga minyak goreng premium juga masih bertahan di angka Rp22 ribu per liter. Begitu pula gula pasir, baik jenis curah maupun kemasan premium, masih berada pada kisaran Rp18 ribu per kilogram.

“Untuk gula pasir, baik curah maupun kemasan premium, masih bertahan di kisaran Rp18 ribu per kilogram,” katanya.

Komoditas hasil peternakan juga belum menunjukkan lonjakan harga yang berarti. Daging ayam ras dijual sekitar Rp35 ribu per kilogram, telur ayam ras Rp27.500 per kilogram, sedangkan telur ayam kampung berkisar Rp40 ribu hingga Rp45 ribu per kilogram.

“Sementara harga daging sapi kualitas paha belakang masih berada di angka Rp140 ribu per kilogram. Untuk ayam kampung ukuran sedang dijual sekitar Rp60 ribu per ekor,” jelasnya.

Advertisements

Selain bahan pokok utama, Diskopdag juga memantau perkembangan harga komoditas ikan segar dan sayuran. Harga ikan tongkol dan tuna saat ini masih berada di kisaran Rp38 ribu hingga Rp40 ribu per kilogram, sedangkan udang segar mencapai Rp80 ribu per kilogram.

Untuk komoditas sayuran, harga tomat tercatat Rp10 ribu per kilogram dan kentang sekitar Rp40 ribu per kilogram.

Pemerintah daerah, lanjut Panji, akan terus memperkuat pengawasan pasar hingga mendekati pelaksanaan Idul Adha. Pengawasan tidak hanya difokuskan pada perkembangan harga, tetapi juga memastikan distribusi barang berjalan lancar agar tidak terjadi kelangkaan di pasaran.

“Kami terus berkoordinasi dengan pedagang dan distributor untuk memastikan pasokan tetap tersedia. Jangan sampai ada kelangkaan yang memicu lonjakan harga di tengah meningkatnya kebutuhan masyarakat menjelang Idul Adha,” ujarnya.

Advertisements

Ia menambahkan, stabilitas harga dan ketersediaan bahan pokok menjadi perhatian utama pemerintah daerah karena berkaitan langsung dengan kondisi ekonomi masyarakat.

Karena itu, Diskopdag akan terus melakukan monitoring secara berkala agar potensi gejolak harga dapat segera diantisipasi.

“Pemerintah daerah terus melakukan pengawasan agar harga tetap stabil dan kebutuhan pokok masyarakat tetap terpenuhi sampai Idul Adha nanti,” pungkasnya.(*)

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements