Kuota Umrah 1.000 Jemaah, DPRD Bandar Lampung Akui Tak Pernah Pegang Juklak-Juknis

Komisi I DPRD Bandar Lampung mengaku tak memegang juklak-juknis program umrah dan wisata religi yang dibiayai APBD.
Krisna Jeri - Senin, 31 Agt 2026 - 15:46 WIB
Ketua Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung Misgustini mengungkap kuota program umrah tetap 1.000 jemaah. Namun, ia mengaku tidak memegang juklak-juknis program yang menjadi acuan mekanisme peserta.
Ketua Komisi I DPRD Kota Bandar Lampung Misgustini mengungkap kuota program umrah tetap 1.000 jemaah. Namun, ia mengaku tidak memegang juklak-juknis program yang menjadi acuan mekanisme peserta. - Krisna Jeri

Follow Us:

Media Lampung WhatsApp Channels
Advertisements

Advertisements

“Nah, itu kan sudah diatur oleh Perwali. Harusnya sudah ngikutin Perwali itu. Karena peserta umrah dan lain-lain itu diatur oleh Perwali,” ujarnya.

Dengan demikian, dasar regulasi mengenai peserta disebut telah tersedia. Namun, keberadaan aturan tidak otomatis menjamin implementasi berjalan sesuai ketentuan.

Terlebih jika sebelumnya terdapat catatan BPK mengenai mekanisme peserta. Karena itu, konsistensi penerapan aturan menjadi bagian penting dalam pelaksanaan program yang menggunakan APBD.

Pemerintah Kota Bandar Lampung juga perlu memastikan kriteria peserta, mekanisme seleksi, hingga dasar penetapan penerima manfaat dapat dijelaskan secara terbuka.

Advertisements

Program yang menggunakan uang publik semestinya tidak hanya memiliki dasar hukum di atas kertas, tetapi juga memiliki mekanisme pelaksanaan yang dapat diperiksa dan dipertanggungjawabkan.

Sorotan lain muncul terkait keterlibatan aparatur sipil negara (ASN) dan instansi vertikal sebagai peserta wisata religi.

Misgustini mengungkapkan, persoalan ASN tersebut berkaitan dengan program wisata religi yang sebelumnya menjadi perhatian.

Menurutnya, Komisi I tidak memperoleh informasi mengenai persentase peserta ASN sejak pembahasan anggaran murni.

Advertisements

“ASN itu kan masalah wisata religi ya kemarin, kalau nggak salah yang menjadi temuan wisata religi. Kemarin memang kita tidak diberikan persentase dari awal di Murni itu bahwa peserta wisata religi itu ada ASN,” katanya.

Ia menilai informasi tersebut seharusnya disampaikan sejak awal sehingga DPRD dapat melakukan langkah antisipasi.

“Kalau ada sampai ke kita, pasti kita akan mencoba mengantisipasi,” ujarnya.

Share:
Editor: Budi Setiawan
Source:
Advertisements

Baca Juga

Rekomendasi

Advertisements
HUT RI 81 - 4 HUT RI 81 - 3 HUT RI 2 HUT RI 81

Berita Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Berita Terbaru

Advertisements

Berita Pilihan

Advertisements

Topik Populer

  1. #1
  1. #2
  1. #3
  1. #4
  1. #5
Advertisements

Foto Terbaru

Video Terbaru

Advertisements